Saturday, July 4, 2015

Hukum Coulomb

Pada postingan sebelumnya kita telah mengetahui bahwa salah satu sifat muatan adalah akan tarik-menarik atau tolak menolak. Besarnya gaya tarik-menarik atau tolak menolak ini dihitung pertama kali oleh Charles Augustin Coulomb (1736 – 1806). Alat yang digunakan oleh Coulomb waktu itu mirip dengan neraca Cavendish.

Menurut hukum Coulomb, besarnya gaya tarik-menarik atau tolak-menolak yang disebabkan oleh muatan-muatan ini tergantung pada besar masing-masing muatan dan berbanding terbalik dengan jarak kedua muatan tersebut.

yang artinya harga mutlak q, atau q selalu positif.

k = konstanta = 8,98755178737 x 109 N.m2/c2 = 9 x 109 N.m2/c2

q = muatan (Coulomb)

r = jarak kedua muatan (m)

Konstanta k sering juga dituliskan sebagai

Dengan e0 disebut sebagai permitivitas ruang hampa yang besarnya

e0 = 8,85418781762 x 10-12 C2/N.m2

Hukum Coulomb ini berlaku untuk berlaku untuk benda-benda bermuatan yang berukuran kecil (muatan titik) yang terpisahkan pada jarak yang relatif jauh dibanding ukuran benda tersebut.

Gaya Coulomb sebagai vektor

Sebagai salah satu gaya maka gaya Coulomb ini juga merupakan besaran vektor. Yaitu selain memiliki besar, gaya Coulomb ini juga mempunyai arah. Tentunya jika sebuah muatan didekatkan dengan muatan yang muatannya sejenis akan berbeda arah gayanya jika didekatkan dengan muatan yang berbeda jenis.

Untuk sistem yang terdiri dari banyak muatan. Gaya yang bekerja pada q1 adalah

F1 = F12 + F13 + F14 + ….

Contoh

Tiga buah muatan positif diletakkan pada koordinat (0,0), (3,0) dan (6,0) dari suatu sistem koordinat (dalam meter). Jika muatan masing-masing besarnya 2mC, 3mC, dan 4mC. Tentukan besar gaya yang bekerja pada 3mC? (gunakan k = 9 x 109 Nm2/C2).

Penyelesaian :

Arah gaya-gaya yang bekerja pada muatan 3mC ditunjukkan pada gambar berikut.

Hukum Coulomb

F21 adalah gaya yang bekerja pada muatan 2 karena pengaruh muatan 1.

F23 adalah gaya yang bekerja pada muatan 2 karena pengaruh muatan 3.

F2 = F21F23 (bentuk vektor)

F2 = F21 – F23 (bentuk skalar)

Hukum Coulomb

Hukum Coulomb

Hukum Coulomb

Bahan Bacaan :

Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika. Teori dan Latihan Fisika Menghadapi Masa Depan. PT Primatika Cipta Ilmu.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 2:27 AM

Monday, June 29, 2015

Sifat – Sifat Muatan Listrik

 

Sebuah penggaris plastik yang digosok-gosokan pada rambut akan mampu menarik kertas-kertas kecil yang ada di dekatnya. Demikian juga sebuah balon yang sebelumnya digosok-gosokan pada kain wol akan menempel pada tembok.

Mengapa hal ini terjadi?

Kemampuan plastik dalam menarik kertas-kertas kecil maupun balon yang menempel pada tembok dikarenakan plastik dan balon tersebut telah menjadi benda yang bermuatan listrik.

Terkait dengan itu, dapat dijabarkan sifat-sifat muatan listrik, sebagai berikut :

1. Ada dua jenis muatan listrik , yaitu muatan positif dan muatan negatif

2. Muatan-muatan yang sejenis akan tolak-menolak dan muatan yang berbeda jenis akan tarik-menarik

3. Muatan bersifat kekal artinya muatan tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Ketika suatu benda digosok dengan benda lain, tidak ada muatan yang tercipta. Yang terjadi adalah perpindahan muatan dari benda yang satu ke benda yang lain.

Misalnya pada yang kaca digosok dengan sutra. Muatan negatif (elektron) akan mengalir dari kaca ke sutra. Akibatnya kaca akan menjadi bermuatan positif dan sutra menjadi bermuatan negatif. Kalau dihitung jumlah muatan totalnya ya sama saja.

4. Muatan terkuantisasi yang artinya muatan listrik dari suatu partikel atau benda merupakan kelipatan terkecil (muatan “fundamental”) e.

Secara umum muatan q dituliskan sebagai q = Ne, dengan N adalah bilangan bulat.

Satuan muatan dalam SI adalah Coulomb. Satuan ini diturunkan dari satuan besaran pokok arus listrik dan waktu atau dapat dituliskan :

1 coulomb = 1 Ampere. Detik

Berikut adalah tabel muatan dan massa elektron, proton, dan neutron

Partikel

muatan (C)

Massa (kg)

Elektron e

-1,6022 x 10-19

9,1094 x 10-31

Proton p

+1,6022 x 10-19

1,67262 x 10-27

Neutron

0

1,67493 x 10-27

Suatu atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Jumlah proton dan elektron dari suatu atom adalah sama. Dikatakan atom tersebut netral. Misalnya atom hidrogen terdiri dari 1 proton dan 1 elektron. Atom helium terdiri dari 2 proton, 2 elektron, dan 2 neutron.

Sifat muatan listrik

Sifat muatan listrik

Atom dapat menjadi bermuatan positif atau negatif dengan cara melepaskan atau menerima elektron. Ketika atom tersebut melepaskan elektron, maka atom akan kekurangan elektron (jumlah elektronnya lebih kecil dari jumlah protonnya). Dikatakan atom tersebut menjadi bermuatan positif. Sebaliknya jika atom tersebut menerima elektron, maka atom tersebut akan kelebihan elektron (jumlah elektron lebih besar dari jumlah proton). Dikatakan atom tersebut bermuatan negatif.

Atom yang bermuatan listrik ini selanjutnya dinamakann ion.

Bahan Bacaan :

Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika. Teori dan Latihan Fisika Menghadapi Masa Depan. PT Primatika Cipta Ilmu.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 8:16 PM

Sunday, June 7, 2015

Evaluasi Soal UN IPA 2014 - 2015 (Bagian 3)

Evaluasi Soal UN IPA 2014 - 2015 (Bagian 3)
Postingan evaluasi soal UN IPA tahun 2014 - 2015 ini sebagai kelanjutan dari dua postingan sebelumnya yaitu evaluasi bagian 1 dan bagian 2.

15. Soal nomer 15 mengenai cara pembuatan magnet dengan cara digosok serta cara induksi. Pada soal ditunjukkan sebuah batang besi yang didekatkan dengan batang baja. Batang besi tersebut mengalami induksi sehingga menjadi magnet yang kutub-kutubnya sudah diketahui. Ditanyakan bagaimana pembentukan magnet batang baja agar sesuai dengan gambar. Pilihan jawabannya ditunjukkan pembuatan magnet dengan cara digosok.
Tipe soal yang lain, masih serupa tetapi pilihan jawabannya ditunjukkan pembuatan magnet dengan cara dialiri arus listrik (elektromagnetik).
Saya kira ini tidak ada perbedaan kesulitan yang dialami siswa ketika ada yang mendapatkan soal mengenai pembuatan magnet dengan cara digosok maupun dialiri listrik.

16. Soal nomer 16 mengenai transformator. Diketahui data mengenai dua buah transformator dengan besaran tegangan, kuat arus dan dayanya pada kedua kumparan (primer dan sekunder). Dari data tersebut ditanyakan jenis salah satu transformator tersebut beserta alasannya. Antara soal paket satu dengan yang lainnya, dibedakan angka-angkanya untuk besaran tegangan, kuat arus dan dayanya.

17. Soal nomer 17 ditanyakan mengenai benda langit. Ada 5 buah pernyataan, ada yang mendapatkan soal mengenai ciri-ciri komet, satelit, dan  ada juga yang mengenai asteroid.

18. Soal nomer 18 mengenai atom, ion dan molekul. Misalnya diketahui suatu zat, misalnya Metana (CH4). Soalnya adalah zat tersebut termasuk golongan ion, atom, molekul unsur atau molekul senyawa. Ada juga yang mendapatkan soal mengenai helium (He), kemudian ditanyakan zat tersebut termasuk molekul, kation, atom atau anion. Satu lagi ada juga yang ditanyakan mengenai karbon (C) termasuk golongan yang mana.

19. Soal nomer 19 mengenai larutan asam, basa dan garam. Melalui tabel diberikan beberapa zat yang diuji dengan lakmus merah dan biru. Ditanyakan dari zat-zat tersebut manakah yang termasuk basa atau garam. Boleh jadi pada paket yang lain ditanyakan manakah yang termasuk asam.

20. Soal nomer 20 ditanyakan gas penyebab karat pada kaleng dengan pilihan jawaban hidrogen, oksigen, nitrogen dan helium. Dari berbagai paket yang saya baca, soal nomer 20 ini sama untuk semua paket.

21. Soal nomer 21 mengenai perubahan fisika dan kimia. Diberikan 4 buah pernyataan dan ditanyakan manakah yang termasuk perubahan fisika atau kimia. Gampang benar ya?
Eh...ternyata ada juga yang mendapatkan soal mengenai sifat fisika dan kimia. Ya..masih nyambung ding..hehehe.

22. Soal nomer 22 mengenai zat kimia dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya manakah yang termasuk pemanis sintesis pada sebuah produk minuman.  Ada juga yang mendapatkan soal manakah bahan kimia yang terdapat pada produk sabun. Manakah yang termasuk pewarna hijau alami pada suatu produk makanan. Ada juga yang mendapatkan soal bahan kimia pada produk pasta gigi yang berfungsi menguatkan email gigi.  Dan paket yang lain, saya yakin pun hampir sama. Zat-zat yang ditanyakan maupun produknya cukup familiar bagi siswa.

23. Soal nomer 23 mengenai zat adiktif dan psikotropika. Misalnya ditanyakan zat adiktif pada teh yang menimbulkan efek stimulan. Atau juga zat kimia pada rokok yang dapat mengiritasi sistem pernapasan. Ada juga yang mendapatkan soal mengenai zat pada ganja yang menimbulkan euforia, Soal yang ketiga ini mungkin agak sulit bagi sebagian siswa. Ya..hanya kurang beruntung saja kali ya mendapatkan soal seperti itu (hehehhe). Eh..ternyata ada juga soal mengenai zat kimia yang mudah terikat dalam hemoglobin, sehingga mengurangi darah mengikat oksigen. Jawabannya sih mudah..cuma heran zat yang dimaksud yaitu dari hasil pembakaran sempurna rokok (nyambung sama materi zat adiktif dan psikotropika) ataukah bentuk pembakaran tidak sempurna yang lain (misal pembakaran kayu, atau akibat knalpot bocor pada motor/mobil).

Untuk soal berikutnya yaitu soal nomer 24 - 40 mengenai biologi saya pending dulu ya?
Smoga postingan ini cukup bermanfaat, bisa menjadi acuan pada pembuatan prediksi UN IPA tahun 2016 mendatang. Tak usah khawatir karena sampai pada soal nomer 23, tidak ada perbedaan yang signifikan antar paket soal.
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 8:44 AM

Friday, June 5, 2015

Evaluasi Soal-Soal UN IPA 2014-2015 (Bagian 2)

Evaluasi Soal-Soal UN IPA 2014-2015 (Bagian 2)

Evaluasi soal-soal UN IPA 2014-2015 ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya. Berdasarkan pengamatan secara sekilas dari sekitar 20 paket soal yang kudapat dari perpustakaan sekolah, tidak ada perbedaan berarti soal-soal tiap paket baik dari tingkat kesulitan maupun jenis soalnya. Semoga hal ini tidak menjadi kebimbangan, terutama bagi para siswa maupun guru mapel UN yang bertanya-tanya mengenai "tingkat keadilan" pada paket soal yang diterima tiap anak.

Baiklah kita lanjutkan saja evaluasi atau sedikit resume mengenai soal-soal UN IPA tahun pelajaran 2014-2015.
8. Soal nomer 8 mengenai hubungan antara massa jenis dengan posisi benda ketika dimasukkan ke dalam air. Sedikit kejutan ternyata yang dikeluarkan soal ini  (hukum Archimedes). Kok bukan penerapan hukum Pascal, tekanan hidrostatis maupun yang lainnya. Di salah satu soal disajikan gambar dua buah benda yang berada di dalam zat cair yang diketahui massa jenisnya. Ditanyakan berapa perkiraan massa jenis kedua benda tersebut. Pada paket soal yang lain, malahan ditanyakan massa jenis dari dua buah benda yang dimasukkan ke dalam zat cair dan massa jenis zat cairnya juga. Bendanya sendiri ada yang tenggelam dan ada yang terapung.

9. Soal nomer 9 mengenai getaran. Lumayan juga, yang dikeluarkan pada tahun ini mengenai besaran pada getaran (frekuensi dan amplitudo). Mencari panjang gelombang maupun cepat rambatnya lewat di tahun ini. Sedikit bernapas lega pada sebagian siswa yang menganggap soal gelombang jauh lebih susah ketimbang soal getaran. Mudah-mudahan tidak ada yang terjebak, karena pada soal bandul diayunkan setengah getaran saja dan jarak yang diketahui adalah antara dua simpangan terjauh.

10. Soal nomer 10 mengenai manfaat pemantulan bunyi. Antara paket pun serupa, tidak ada yang menanyakan mengenai besaran fisisnya baik mencari kedalaman air laut mapun jarak 2 buah tebing.

11. Soal nomer 11mengenai cacat lensa dan jenis lensa kacamata yang dibutuhkan berdasarkan gambar pembentukan bayangan pada mata yang mengalami gangguan penglihatan (cacat). Tentunya bayangan yang terbentuk ada yang di depan atau di belakang retina. Dan yang mendapatkan soalnya ada 2 gambar, yaitu gambar sebelum seseorang pakai kacamata dan setelah kacamata semoga tidak menjadi bingung. Jauh lebih mendingan ketika soalnya mengenai besaran fisis, baik mengenai ukuran lensa kacamata yang dibutuhkan ataupun hubungan antara jarak fokus, jarak bayangan, perbesaran dan sifat bayangan pada cermin maupun lensa.

12. Soal nomer 12 mengenai peristiwa listrik statis, yaitu proses pemuatan listrik ketika ada dua benda yang digosokkan.  Soalnya bisa dalam bentuk pernyataan/gambar, misalnya batang kaca digosokkan dengan kain sutra atau ada gambar sisir (plastik) beserta dua buah kain yaitu kain sutra dan kain wol. Ditanyakan seputar perpindahan elektron maupun muatan yang dihasilkan.

13. Soal nomer 13 mengenai hukum I Kirchoff. Hufff...yang keder dengan soal-soal rangkaian bisa bernapas lega. Entah apa itu hukum ohm, rangkaian seri..rangkaian paralel..mencari kuat arus utama maupun kuat arus tiap cabang. Belum lagi kalau ada GGL-nya...Aman.
Untuk soal hukum I Kirchoff ini masih sederhana, yaitu diberikan gambar dengan beberapa arus yang mengalir dengan berbagai arah, dan ditanyakan salah satu arusnya.

14. Soal nomet 14 mengenai besarnya energi listrik yang digunakan ketika 3 buah alat dengan spesifikasi tertentu dipakai. Besaran yang diketahui adalah kuat arus, waktu penggunaan dan tegangan listrik yang digunakan. Gampang bukan? Tetapi hati-hati dalam mengerjakan, karena satuan energi yang diinginkan dalam bentuk Joule. Artinya satuan waktunya dirubah dulu ke detik (kalau lupa...kebangetan 1 jam = 3600 detik).

Sampai ini dulu evaluasi soal-soal UN IPA tahun 2014 - 2015, kita tunggu kelanjutanya pada postingan mendatang. Semoga bermanfaat.


Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 5:01 AM

Wednesday, June 3, 2015

Evaluasi Soal-Soal UN IPA 2014-2015 (Bagian 1)

Soal UN IPA 2014-2015Soal-soal yang diujikan pada UN IPA tanggal 7 Mei 2015 lalu banyak sekali yang sesuai dengan prediksi maupun kisi-kisi yang selama ini kita pelajari.

Sehingga tidak ada alasan jika siswa-siswa kita nanti, pada saat pengumuman (rencana tanggal 10 Juni 2015) akan mendapatkan nilai yang mengecewakan khususnya untuk UN Mapel IPA.

Kita amati dari beberapa soal dari sekian paket soal.

1. Soal nomer 1 mengenai besaran dan satuan yang sesuai. Tepatnya yang ditanyakan adalah manakah yang termasuk dalam kelompok besaran turunan dan satuannya dalam SI. Ternyata pula, dari 20 paket soal yang saya lihat, untuk nomer 1 semua paket sama soalnya. Di situ ada tabel besaran yaitu ada volume, kuat arus listrik, intensitas cahaya, tegangan listrik dan tekanan dengan berbagai satuan.

2. Soal nomer 2, mirip-mirip juga antar paketnya, yaitu mengenai sifat-sifat zat. Ada yang mendapatkan pertanyaan sifat zat padat, zat cair atau gas. Tetapi polanya sama, yaitu diberikan daftar sifat-sifat zat dan ditanyakan sifat-sifat manakah yang sesuai dengan zat yang ditanyakan.

3. Soal nomer 3, mengenai konversi suhu antara termometer skala C dan F. Ada yang diminta menentukan suhu dalam skala Celcius dan ada yang dalam skala Fahrenheit berdasarkan gambar 2 buah termometer yang hampir sama untuk tiap paket soal.

4. Soal nomer 4, mengenai kalor yaitu berdasarkan grafik pemasanan air, ditanyakan banyaknya kalor yang diperlukan (2 tahap). Secara sekilas, dari sekian paket soalnya sama persis. (Asyik donk...he2)

5. Soal nomer 5, pada semua paket yang saya lihat mendapatkan pertanyaan yang sama, yaitu mengenai kejadian yang berkaitan dengan hukum III Newton. Pertanyaannya sama, tetapi pernyataan berbeda.

6. Soal nomer 6, berkaitan dengan hubungan antara beberapa gaya yang bekerja, usaha yang dilakukan beserta jarak perpindahan benda. Dari sekian paket, yang ditanyakan adalah berapa jarak berpindahan benda. Tentunya dengan gambar dan angka yang berbeda untuk gaya-gaya yang bekerja serta besar usaha yang berbeda juga.

7. Soal nomer 7, mengenai tuas. Gambar tuas yang telah diketahui berat benda, kuasa F dan panjang lengan kuasnya. Pertanyaannya berapa panjang lengan bebannya? Eh...ternyata ada juga yang ditanyakan panjang lengan kuasanya ding. Untuk soal nomer 7 ini, variasi pertanyaan/gambarnya lumayan bervariasi, meskipun yang ditanyakan masalah tuas.

Demikian sekilas ulasan mengenai soal-soal UN IPA Tahun 2014-2015. Pada postingan selanjutnya akan dikupas lagi untuk soal-soal yang lain. Tetapi secara sekilas, tingkat kesulitan soal untuk tiap paket bisa dikatakan seimbang dengan urutan SKL yang sama.

Teringat beberapa tahun yang lalu, soal dibuat bagaimana agar tingkat kesulitannya sama, tetapi tiap paket punya urutan SKL yang berbeda. Hal ini tentunya akhirnya menjadi tidak adil, ketika ada siswa yang mendapatkan paket soal sesuai urutan SKL dan ada yang tidak. Apalagi SKL nya sudah tidak urut, malah soal-soal yang di depan termasuk SKL yang susah, Iya kan? Akhirnya menjadi tidak cukup adil, ketika ada yang mendapat SKL yang mudah sedangkan siswa lain menghadapi soal yang susah dulu,

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 9:47 AM

Wednesday, April 1, 2015

Rumus Fisika : Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus dengan perubahan kecepatan konstan (percepatan tetap).

Rumus umum Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) :

vt = v0 + at

s = v0t + ½ a t2

vt2 = v­02 + 2 as

untuk percepatan bisa menggunakan rumus :

Rumus percepatan

Perhatikan grafik GLBB sebagai berikut

image

Luas daerah yang diarsir berbentuk trapesium, yang memiliki luas sebesar :

Luas OABC = luas trapesium

Rumus GLBB

Rumus GLBB

Rumus GLBB

Rumus GLBB

Rumus GLBB

Tampak bahwa luas trapesium OABC sama dengan perpindahan benda. Dapat dikatakan bahwa perpindahan sama dengan luas grafik di bawah v(t). Demikian juga pada kasus gerak lurus beraturan (GLB), besar perpindahan sama dengan luas persegi yang terbentuk pada grafik v(x) terhadap t.

Contoh Soal :

1. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Mobil dipercepat dengan percepatan 1 m/s2. Berapa kecepatan dan jarak yang ditempuh setelah 10 detik?

Penyelesaian :

Diketahui :

v0 = 72 km/jam = 72000 km/3600 jam = 20 m/s

a = 1 m/s2

t = 10 s

Ditanya :

a. vt

b. s

Jawab :

a. vt = v0 + a t = 20 + 1. 10 = 30 m/s

b. s = v0 t + ½ a t2 = 20.10 + ½ . 1. 102 = 200 + 50 = 250 m

2. Berapa jauh jarak yang ditempuh oleh sebuah benda yang bergerak menurut grafik berikut.

Grafik gerak lurus

Jarak yang ditempuh benda sama dengan luas daerah di bawah v

Luas daerah di bawah OA = ½ .2.6 = 6 m

Luas daerah di bawah AB = (4-2). 6 = 12 m

Luas daerah di bawah BC

Rumus GLBB

Luas daerah di bawah CD = ½ (12-8).10 = 20 m

Sehingga jarak yang ditempuh seluruhnya adalah 6 + 12 + 32 + 20 = 70 m

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:28 AM

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Sekedar mengingat kembali materi gerak lurus beraturan (GLB) sebelum dilanjutkan dengan postingan berikutnya mengenai soal-soal fisika yang terkait dengan materi ini. Gerak lurus beraturan (GLB) merupakan gerak suatu benda yang lurus dengan kecepatan konstan.
Misalnya sebuah mobil bergerak lurus dengan kecepatan 80 km/jam. Artinya mobil tersebut dalam waktu 1 jam akan menempuh 80 km. Kalau 2 jam, berarti mobil tersebut menempuh 2 x 80 = 160 km, 3 jam menempuh 3 x 80 = 240 km dan seterusnya. Sehingga ketika kecepatan mobil tersebut sebesar v, maka dalam waktu t mobil akan menempuh jarak v.t.
Jika posisi awal mobil adalah X0, maka setelah waktu t mobil menempuh :
x =x0 + v.t
Persamaan tersebut merupakan rumus untuk gerak lurus beraturan.
Contoh :
Sebuah mobil bergerak di jalan bebas hambatan. Jika mobil bergerak dengan kecepatan tetap 90 km/jam selama 20 menit. Tentukan jarak yang ditempuh mobil itu selama 40 menit? Tentukan posisi mobil sekarang jika mobil sebelumnya sudah bergerak sejauh 5 km?
Penyelesaian :
Mobil bergerak lurus dengan kecepatan tetap atau melakukan gerak lurus beraturan dengan posisi mula-mula (x0) = 5 km.
Mobil bergerak dengan kecepatan konstan (v) = 90 km/jam
Lama mobil bergerak (t) = 40 menit = 40/60 jam = 2/3 jam.
Sehingga, selama 40 menit, mobil bergerak sejauh v.t = (90 km/jam). (2/3 jam) = 60 km
Posisi mobil sekarang (x) = x0 + v.t = 5 km + 60 km = 65 km.
Atau
x0 = 5 km = 5000 m
v = 90 km/jam = 90000 m/3600 s = 25 m/s
t = 40 menit = 40.60 s = 2400 s
jarak yang ditempuh = v.t = 25.2400 = 60000 m
posisi mobil x = x0 + v.t = 5000 + 60000 = 65000 m
Dalam bentuk grafik
Gerak Lurus Beraturan
Terlihat bahwa luas persegi panjang yang terbentuk = 25 x 240 = 60000 m. Jadi perpindahan yang dilakukan mobil sama dengan luas persegi panjang yang terbentuk.

Sumber bacaan :
Surya, Yohanes. 2004. Persiapan Menghadapi Olimpiade Fisika Tingkat SMP. PT Bina Sumber Daya MIPA






Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 7:22 AM

Tuesday, March 31, 2015

Mengenal Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA)

Mengenal Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA)
Sumber gambar : geografiselly.wordpress.com
Mengenal Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa atau disingkat dengan IPBA ini merupakan kelanjutan dari postingan Bencana Alam Kebumian, meskipun sebenarnya dikenalkan dulu IPBA nya. Karena materi Bencana Alam Kebumian merupakan bagian dari materi IPBA. Tapi begitulah gagasan yang bisa muncul secara tiba-tiba, sayang kalau ditunda-tunda nanti malah hilang semangatnya.

Materi IPBA (Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa) telah dikenalkan sejak SD, bahkan anak kelas 1 pun sudah sedikit-sedikit mengenalnya. Teringat beberapa soal anak saya, yang menanyakan tentang benda langit yang kelap-kelip pada malam hari. Ada 3 pilihan yaitu bulan, bintang dan matahari. Demikian juga soal-soal lain seperti pertanyaan di sebelah manakah matahari berada saat pagi hari. Materi IPBA ini akan terus berlanjut sampai kelas VI SD, yang sudah mengenal tentang tata surya, pengaruh rotasi dan revolusi bumi. Untuk tingkat SMP, materi IPBA sampai mengenal hukum keppler, perhitungan perbedaan waktu berdasar garis bujur, sampai penerbangan luar angkasa. Di SMA, materi IPBA ini terus diperdalam. Hukum Keppler pun sudah sampai perhitungannya. Teori pembentukan jagat raya pun diperdalam dan seterusnya.

Dalam buku berjudul Ilmu Kebumian dan Antariksa yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Bayong Tyasyono HK,. DEA materi Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) memuat berbagai materi sebagai berikut :
Model Tata Surya
Alam Semesta
Bintang Representatif : Matahari
Planet Bumi
Atmosfer Bumi
Hidrosfer
Litosfer
Bencana Alam Kebumian di Indonesia

Dalam bagian kata pengantar buku ini disebutkan bahwa buku Ilmu Kebumian dan Antariksa yang sering disebut juga sebagai IPBA (Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa), bukan saja ditujukan untuk mahasiswa dan guru IPA, tetapi juga bagi mahasiswa yang mempelajari geografi, geofisika, geologi, ilmu kebumian, kelautan, lingkungan, meteorologi, oseanografi, sains atmosfer dan lain-lain. Karena memang IPBA ini mempelajari bumi dalam tata surya dan lapisan-lapisannya dari pusat bumi sampai puncak atmosfer. Artinya materi pada IPBA ini memang berkaitan dengan bidang-bidang ilmu lain seperti disebutkan di atas. Dalam IPBA, materi mengenai lapisan bumi seperti litosfer, hidrosfer, atmosfer dan ruang angkasa di luar atmosfer bumi dibahas secara mendetail.

Sebagai gambaran awal dapat dijelaskan bahwa bumi merupakan bagian dari tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Matahari terletak pada galaksi Bima Sakti. Galaksi disebut juga dengan kumpulan bintang-bintang. Matahari sendiri termasuk bintang yang relatif kecil di jagat raya tetapi berperan penting karena paling dekat dengan bumi.

Jarak antar bintang dinyatakan dengan tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun. Jarak matahari ke bumi sekitar 150 juta km, sedangkan jarak bintang - matahari yang terdekat kedua adalah Alpha Centauri yang berjarak 4,35 tahun cahaya atau jarak bumi - Alpha Centauri adalah 270.000 kali jarak bumi - matahari. Luar biasa bukan perbandingannya? Kalau begitu berapa ukuran jagat raya ini sesungguhnya? Wallahu alam. Yang jelas tak terkira keagungan Sang Pencipta.


Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:00 AM

BENCANA ALAM KEBUMIAN

 

Bencana alam kebumian dapat dibedakan menjadi badai guruh, gempa bumi, siklon tropis, kekeringan, dan banjir.

Badai Guruh

Badai guruh ini dapat menyebabkan banjir, angin kencang, bahaya batu es hujan, bahaya petir dan dapat menghilangkan nyawa manusia.

Badai guruh dapat dibedakan seperti berikut ini :

1. Badai guruh termal atau konvektif

Badai ini disebabkan oleh pemanasan permukaan dari radiasi matahari. Karakteristik badai ini adalah pertumbuhan cepat, daerah kurang luas, hujan lebat lokal, arus udara ke bawah kuat dan angin ribut lokal, serta adanya resiko hujan es batu lokal dan petir. Karena tumbuh dengan cepat, maka peringatan dini sukar dilakukan.

2. Badai guruh orografik. Badai ini terjadi jika udara tidak stabil secara bersyarat atau konvektif naik akibat pegunungan.

3. Badai guruh yang dikaitkan dengan gangguan tropis seperti badai tropis, monsun, gelombang timuran dan sebagainya.

Gempa Bumi

Gempa bumi memancarkan energi bumi dalam bentuk gelombang. Gerakan kulit bumi yang dikaitkan dengan gelombang seismik diukur oleh seismograf. Ada 3 jenis gelombang seismik, yaitu :

a. Gelombang primer atau preliminer disebut gelombang P, termasuk gelombang tercepat. Kecepatan gelombang ini melalui bumi adalah 3 – 8 mil per sekon. Gelombang ini yang pertama kali sampai seismograf dari gempa bumi. Amplitudonya kecil dan periodenya pendek, yaitu 0,5 – 5 sekon. Gelombang P ini sama dengan gelombang suara yaitu gelombang longitudinal yang menjalar dengan penekanan dan peregangan bumi.

b. Gelombang sekunder disebut gelombang S. Kecepatan gelombang S sekitar 2/3 kecepatan gelombang P. Gelombang S mempunyai amplitudo lebih besar dan periodenya lebih lama daripada gelombang P. Gelombang sekunder merupakan gelombang transversal. Gelombang S disebut juga gelombang geser, karena material yang dilalui gelombang ini mengalami pergeseran.

c. Gelombang permukaan, disebut juga gelombang Rayleigh atau gelombang Love. Gelombang ini sangat lambat dengan periode gelombang yang panjang dan amplitudonya besar, yang menjalar melalui kerak bumi, seperti gelombang air tetapi tidak menembus ke bagian dalam bumi.

Pusat gempa bumi, yaitu titik di dalam bumi tempat gempa terjadi disebut hiposenter, dan titik pada permukaan bumi tepat di atas pusat gempa disebut episenter.

Bencana alam kebumian

Berdasarkan proses terjadinya, gempa bumi dibagi menjadi :

a. Gempa pendahuluan, amplitudonya kecil dan terjadi sebelum gempa besar atau gempa utama.

b. Gempa utama, amplitudonya besar sehingga dapat dirasakan oleh manusia

c. Gempa susulan, terjadinya beberapa menit atau jam setelah gempa utama.

Berdasarkan kedalaman hiposenternya, maka gempa bumi dibagi menjadi :

a. Gempa-dalam, kedalaman hiposenter lebih dari 300 km. Gempa ini dapat mencapai ke permukaan tetapi amplitudonya kecil sehingga tidak berbahaya.

b. Gempa-sedang, kedalaman hiposenter antara 60 dan 300 km. Umumnya gempa ini jarang menimbulkan kerusakan.

c. Gempa-dangkal, kedalaman hiposenter kurang dar 60 km. Gempa ini sering menimbulkan kerusakan pada permukaan bumi.

Berdasarkan proses fisis, gempa bumi dapat dibedakan menjadi :

a. Gempa tektonik, disebabkan oleh pergeseran lempeng benua. Jika episenternya berada di laut, maka akan menimbulkan Tsunami (gelombang laut yang besar).

b. Gempa vulkanik, disebabkan oleh aktivitas magma dekat permukaan bumi atau disebabkan oleh letusan gunung berapi (vulkano). Gempa vulkanik biasanya mempunyai intensitas lemah dan terjadi pada daerah sekitar gunung meletus. Kerusakan dan korban jiwa lebih disebabkan oleh letusannya daripada gempanya.

c. Gempa runtuhan, disebabkan oleh runtuhan batuan misalnya pada gua atau disebabkan oleh longsoran tanah.

Siklon Tropis

Siklon tropis adalah badai sirkuler yang menimbulkan angin yang mampu merusakan daerah 250 mil dari pusatnya. Kecepatan angin yang paling kencang terdapat pada cincin yang bergaris tengah 20 – 30 mil dari pusat siklon. Kcepata angin di daerah itu dapat mencapai 150 mil/jam. Hujan deras dan angin terpusat dalam pita spiral yang berputar dan pada pusat siklon tropis terdapat inti panas yang disebut mata siklon.

Bencana Kekeringan

Kekeringan (drought) dan daerah kondisi kering (aridity) merupakan hal yang berbeda. Kekeringan merupakan kondisi kesenjangan antara air yang tersedia dengan air yang diperlukan. Kondisi kering diartikan sebagai keadaan dengan jumlah curah hujan sedikit.

Kondisi kering disebabkan oleh kombinasi antara kurangnya jumlah curah hujan (sebagai masukan) dan evapotranspirasi (sebagai keluaran). Penyebab kekeringan adalah gerak turun udara akibat tekanan tinggi yang menghalangi pembentukan awan sehingga kelembaman rendah dan terjadi defisiensi (kekurangan) curah hujan.

Bencana banjir

Bencana banjir disebabkan oleh buruknya sistem skala meso atau makro. Faktor meteorologis utama yang menyebabkan bencana banjir adalah hujan torensial, distribusi hujan dan durasi hujan. Faktor lain yang penting adalah sifat fisis permukaan tanah. Siklon tropis dapat mempengaruhi sistem cuaca di Indonesia, terutama meningkatkan perawanan, curah hujan, angin dan gelombang lain.

Demikian postingan mengenai bencana alam kebumian. Tulisan ini merupakan ringkasan dari buku Ilmu Kebumian dan Antariksa yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Bayong Tjasyono HK., DEA. Mohon maaf berhubungnya temanya masih asing, maka belum bisa menuliskan dengan bahasa yang lebih leluasa. Untuk jelasnya bisa langsung membaca dari buku tersebut maupun sumber-sumber lain.

Sumber bacaan :

Tjasyono, Bayong. 2009. Ilmu Kebumian dan Antariksa. Cetakan ketiga. PT Remaja Rosda Karya.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 8:48 AM

Monday, March 30, 2015

ALAT OPTIK : MIKROSKOP

Mikroskop terdiri dari 2 lensa cembung (positif), yaitu lensa obyektif dan lensa okuler. Lensa positif yang dekat dengan mata disebut lensa okuler, yang berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang dekat dengan benda disebut dengan lensa obyektif. Jarak fokus lensa obyektif lebih kecil dari pada jarak fokus lensa okuler.

Dengan adanya dua lensa ini, mikroskop memiliki kemampuan melihat benda-benda yang lebih kecil dibanding ketika menggunakan lup. Bahkan mikroskop tertentu bisa mempunyai perbesaran ribuan kali, misalnya mikroskop elektron.

Prinsip kerja mikroskop

Benda yang akan diamati diletakkan di antara F dan 2F dari lensa obyektif, sehingga diperoleh bayangan nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan lensa obyektif ini menjadi benda bagi lensa okuler yang akan menghasilkan bayangan maya, diperbesar, dan terbalik dari pertamanya. alat optik  mikroskop

 

 

 

 

 

 

Penggunaan mikroskop dapat dilakukan baik untuk mata berakomodasi maupun mata tak berakomodasi.

Perbesaran yang dihasilkan mikroskop secara umum dapat dituliskan sebagai

M = Mob x Mok

M = perbesaran mikroskop

Mob = perbesaran lensa obyektif

Mok = perbesaran lensa okuler

Untuk mata tak berakomodasi

Perbesaran mikroskop :

Perbesaran bayangan pada mikroskop

Panjang mikroskop : L = s’ob + fok

Untuk mata berakomodasi

Perbesaran mikroskop :

 Perbesaran bayangan pada mikroskop

Panjang mikroskop : L = s’ob + sok

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 3:48 AM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...