Sunday, March 1, 2015

Keselamatan Kerja di Laboratorium : Sumber Bahaya dan Pencegahannya


Keselamatan kerja di laboratorium harus diperhatikan oleh pengelola, dalam hal kepala laboratorium, laboran, teknisi, guru pengampu maupun siswa sebagai pengguna utama laboratorium.

Semua yang terlibat dalam pemanfaatan laboratorium harus memahami sumber-sumber bahaya yang mengancam keamanan dan keselamatan selama mereka bekerja di sana, Selain itu, memahami cara pencegahan terhadap faktor-faktor yang mengancam keamanan dan keselamatan kerja mereka juga harus dipahami dengan baik.

Berikut adalah sumber bahaya dan cara pencegahan agar keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium terjamin dengan baik.
1. Pengaturan Alat
  • Alat-alat yang tidak akan segera dipakai supaya disimpian di gudang atau dalam lemari
  • Bahan yang mudah terbakar atau berbahaya jangan diletakkan di dekat jalan ke luar.
2. Alat-alat dari kaca (gelas)

  • Botol-botol yang berisi bahan kimia tidak disimpan pada tempat yang terkena cahaya matahari
  • Membawa botol-botol besar yang berisi bahan kimia jangan pada leher botolnya
  • Jika ada gelas/botol yang pecah, segera dibersihkan. Bisa menggunakan plastisin (jangan pakai tangan).
  • Gunakan pipet untuk mengambil atau memindahkan zat cair dengan jumlah tepat.
  • Jika memasukkan pipa kaca ke dalam lubang sumbat karet lakukan sesuai dengan caranya, yaitu basahi pipa kaca dengan air, pegang pipa dengan beralaskan kain dan masukkan pipa sedikit-sedikit sambil di putar.
3. Bahan Kimia

  • Segera bersihkan larutan/zat cair yang tumpah di lantai/meja. Sebelum dibersihkan , asam-asam pekat dinetralkan lebih dulu dengan serbuk natrium karbonat kemudian disiram dengan banyak air. Sebelum larutan pekat akan dibuang dalam bak cuci, lebih dahulu harus diencerkan dengan banyak air, kemudian disiram lagi dengan air.
  • Jangan mengarahkan tabung reaksi yang sedang dipanaskan ke arah orang lain.
  • Jangan melihat zat yang sedang dicampurkan atau dipanasi melalui mulut tabung reaksi mulut labu. Lihatlah campuran zat itu yang melalui dinding tabung.
  • Jika akan membau zat ayau gas yang leluar dari tabung rekasi atau botol jangan langsung pada mulutnya. Kibas-kibaskan tangan di atas mulut tabung atau botol

Berikut ini adalah daftar zat-zat beracun :

Gas : Karbon monoksida (CO), Hidrogen sulfida (H2S), Nitrogen dioksida (NO2), Dinitrogen tetra oksida (N2O), Karbon disulfida (CS2), Klor (Cl2), Uap Brom, Uap raksa

Senyawa : Berilium, Raksa, Kadmium, Timbal, Antimon, Arsen, Barium, Sianida, Nitrobenzena, Benzena, Hidrogen fluorida, dan Karbon tetraklorida.
  • Usahakan untuk kemasukan zat-zat beracun (melalui hidung, mulut, dan kulit) dengan cara tidak menghirup, cuci tangan sebelum makan, dan menutup luka ketika bekerja di laboratorium.
  • Pada waktu menggunakan kasa asbes untuk memanasi suatu zat, usahakan debunya tidak terhirup masuk ke dalam tubuh.
  • Bahan-bahan berikut berbahaya, karena kuatnya reaksi kimia yang dihasilkan.

1) Asam kuat dan basa kuat
2) Zat oksidator dengan serbuk logam atau dengan zat reduktor
3) Logam alkali, alkali tanah dengan air, asam dan pelarut menggunakan klor
4) Hibrida logam hidrokarbon dengan halogen, Asam kromat atau dengan Natrium peroksida
5) Asam nitrat dan alkohol

4. Listrik

  • Putuskan arus listrik sebelum memperbaiki atau menyambung kabel.
  • Putuskan segera sumber arus jika ada yang terkena kejutan listrik baru menolong orang yang terkena.
  • Jangan memegang kabel atau kontak listrik dengan tangan basah.
  • Jangan biarkan kabel-kabel bergantungan atau berserakan di lantai. Kawat pada ujung kabel harus terikat erat dengan terminalnya.
  • Pada penggunaan kapasitor, buang dulu muatannya dengan cara membuat arus pendek setelah selesai digunakan.
  • Periksa semua alat baru sebelum digunakan.

5. Silinder (tabung) gas

  • Letakkan silinder gas dalam keadaan berdiri (vertikal) dan diikat pada alasnya, atau ditidurkan dengan diberi ganjal agar tidak tergulir.
  • Kembalikan klep silinder yang bocor pada agen/penjualnya.
  • Pasanglah regulator pada klepnya untuk mengatur tekanan gas keluar dari silinder.
  • Selalu periksa saluran gas karena beresiko tinggi keracunan dan kebakaran ketika bocor.
  • Tandai masing-masing silinder dengan berbagai isi yang berbeda (elpiji, Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Karbon dioksida, Klor,dan Astilen).

6. Hewan Percobaan

  • Hati-hati dengan hewan percobaan karena bisa menyebabkan infeksi (salmonellosis, cacing gelang, dll). Infeksi bisa lewat gigitan, cakaran, atau dari pisau bedah yang digunakan.
  • Bawalah hewan percobaan yang sehat.
  • Hati-hati dengan bulu atau debu kulit hewan yang bisa menyebabkan orang alergi.

7. Mikroorganisme

  • Pembenihan kultur organisme harus dilakukan dengan teknik yang benar, karena dimungkinkan terkontaminasi organisme patogen.
  • Sterilkan alat-alat yang akan digunakan atau dibungkus dulu dengan kertas saring yang telah ditetesi formalin secukupnya.
  • Sebelum kultur dibuang, musnahkan terlebih dahulu dalam otoklaf atau dengan disinfektan.

8. Api

  • Perlakukan api dengan hati-hati. Api dan benda panas lainnya, selain menyebabkan bahaya kebakaran juga menyebabkan luka bakar.
  • Jauhkan zat yang mudah terbakar (etil, alkohol, metanol, aseton, asetalhida, benzena, eter, petroleum eter, dan karbondioksida) dari sumber bahaya kebakaran (pembakar spritus, pembakar bensi, percikan listrik, benda panas, dan zat pengoksidan).
  • Simpanlah zat yang mudah terbakar tidak melebihi 500 ml.
  • Jangan membuang benda panas, benda terbakar, atau bahan kimia yang sangat reaktif di tempat sampah.
  • Jangan memanasi zat cair yang mudah menguap dan mudah terbakar dengan api telanjang, panaskan dengan pemanas air. Awasi terus-menerus percobaan yang menggunakan sumber panas.
  • Setelah selesai percobaaan, pastikan untuk mematikan semua api, menutup kran gas dan air, mencabut kontak listrik dan memadamkan lampu.
Demikian postingan mengenai keselamatan kerja di laboratorium yang membahas berbagai sumber bahaya serta pencegahannya. Semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 4:45 AM

Saturday, February 28, 2015

Materi OSN IPA SMP : Pengukuran

 

materi OSN pengukuranPengukuran menjadi materi pertama dalam silabus OSN IPA SMP. Materi ini meliputi :

1. Besaran pokok dan besaran turunan.

2. Satuan pokok dan satuan turunan.

3. Sistem satuan

4. Standar satuan

5. Konversi satuan

Besaran Pokok dan satuannya dalam SI (Satuan Internasional)

No

Besaran Pokok

Satuan

1.

Panjang

meter (m)

2.

Massa

kilogram (kg)

3.

Waktu

sekon (s)

4.

Suhu

kelvin (K)

5.

Kuat arus listrik

ampere (A)

6.

Intensitas cahaya

kandela (cd)

7.

Jumlah zat

mole (mol)

Besaran Turunan dan satuannya dalam SI

No

Besaran Turunan

Satuan

1.

Luas

m2

2.

Volume

m3

3.

Massa jenis

kg/m3

4.

Kecepatan

m/s

5.

Percepatan

m/s2

6.

Gaya

kg.m/s2 atau Newton

7.

Energi, Usaha

kg. m2/s2 atau Joule

8.

Daya

kg. m2/s3 atau Watt

9.

Tekanan

kg/m.s2 atau N/m2 atau Pascal

10.

Muatan listrik

A.s atau Coulomb (c)

11.

Hambatan listrik

Ohm (W

12.

Frekuensi

Hertz (Hz)

Perhatikan juga penulisan dalam bentuk seperti berikut :

Satuan kecepatan : m/s atau dituliskan dalam bentuk ms-1

Satuan percepatan : m/s2 atau dituliskan dalam bentuk ms-2

Satuan gaya : kg.m/s2 atau dituliskan dalam bentuk kg.m.s-2

Sistem Satuan

Untuk sistem satuan dibedakan menjadi dua, yaitu sistem MKS dan sistem CGS.

Sistem MKS (meter, kilogram, sekon)

Sistem CGS (centimeter, gram, sekon)

Misalnya satuan gaya dalam MKS adalah Newton dan dalam CGS adalah dyne, dengan hubungan :

1 N = 1 kg.m.s-2 = 1000 g. 100 cm.s-2 = 100000 g.cm.s-2 = 105 dyne

Atau 1 N = 1.105 dyne.

Konversi Satuan

Konversi satuan diperlukan untuk mengubah dari satu sistem satuan ke sistem satuan yang lain.

Contoh :

1. Konversikan satuan kecepatan dari 108 km/jam ke dalam m/s?

Penyelesaian :

108 km/jam = 108000 m/3600 s = 30 m/s

2. Konversikan satuan kecepatan dari 25 m/s ke dalam km/jam?

Penyelesaian :

materi osn ipa : pengukuran

Atau dengan mengingat 10 m/s = 36 km/jam,

maka kalau 25 m/s = (25/10).36 km/jam = 90 km/jam

3. Konversikan satuan massa jenis air dari 1 kg/m3 ke dalam m/s3?

1 kg/m3 = 1000 g/1000000 cm3 = 0,001 g/cm3 = 10-3 g/cm3

4. Konversikan satuan massa jenis dari 2 g/cm3 ke dalam kg/m3?

Penyelesaian :

materi osn ipa : pengukuran

Notasi Ilmiah

Notasi ilmiah digunakan untuk memudahkan kita ketika menuliskan bilangan yang sangat besar maupun sangat kecil.

Misalnya, jarak Saturnus ke matahari sejauh 1429,4 juta km atau 1 429 400 000 km bisa dituliskan sebagai 1,4294 x 109 km atau 1,4294 x 1012 m

Catatan : meskipun mengenai jarak suatu planet ke matahari lebih praktik lagi jika menggunakan satuan astronomi.

Berikut ini disajikan tabel bilangan, pangkat 10, awalan, serta simbolnya.

Bilangan

Pangkat 10

Awalan

Simbol

0,000 000 000 000 000 001

10-18

atto

a

0,000 000 000 000 001

10-15

femto

f

0,000 000 000 001

10-12

piko

p

0,000 000 001

10-9

nano

n

0,000 001

10-6

mikro

m

0,001

10-3

mili

m

0,01

10-2

centi

c

0,1

10-1

desi

d

1

100

-

-

10

101

deka

da

100

102

hekto

h

1000

103

kilo

k

1 000 000

106

mega

M

1 000 000 000

109

giga

G

1 000 000 000 000

1012

tera

T

1 000 000 000 000 000

1015

peta

P

1 000 000 000 000 000 000

1018

eksa

E

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 6:49 PM

Menyongsong LPIR 2015


LPIR 2015 sudah di ambang mata. Berdasarkan buku panduan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2015 SMP yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, naskah diterima paling lambat akhir bulan September 2015. Bagi adik-adik yang masih duduk di SMP maupun para guru pembimbing yang berminat, untuk menyiapkan lagi lebih dini.
Dengan ide-ide yang kreatif, orisinil serta didukung dengan penelitian ilmiah, jangan ragu-raguu tulis laporan Anda dan segera dikirimkan.  LPIR ini tentunya cabang yang bergengsi, bukan saja untuk meningkatkan pemahaman kita pada IPTEKS, tetapi sebagai upaya ikut mengembangkan IPTEKS tersebut serta wadah komunikasi dengan bertemu teman-teman peneliti lain se Indonesia.

Tema LPIR 2015
"Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Remaja melalui Penelitian Remaja"
Sub Tema :
"Memanfaatkan Sumber Daya yang tersedia di lingkungan sekitar Guna Menumbuhkembangkan inovasi, Invensi, dan Daya Cipta Remaja di Sekolah".

Kategori Lomba
1. Ilmu Pengetahuan Sosial Kemanusiaan dan Seni
2. Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan
3. Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
Bagian Awal
1. Halaman Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi dan daftar lain yang diperlukan
5. Abstrak hasil penelitian

Bagian Inti
1. Pendahuluan, yang meliputi :
    a. Latar belakang masalah
    b. Perumusan masalah
    c. Tujuan dan manfaat penelitian
2. Telaah Pustaka
3. Metode Penelitian
4. Hasil dan Pembahasan
5. Kesimpulan dan Saran

Bagian Akhir
1. Daftar Pustaka
2. Daftar riwayat hidup
3. Lampiran

Karya ilmiah yang dilombakan dikirimkan kepada
Panitia Pusat
Panitia LPIR SMP Tahun 2015
Direktorat Pembinaan SMP
Ditjen Pendidikan Dasar, Kemendikbud
Gedung E Kemdikbud Lantai 17
Jln. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Telepon (021)-5725683 Fax.-57900459
Naskah diterima panitia paling lambat akhir September 2015

Belajar dari LPIR Tahun Sebelumnya
Kita bisa mendapatkan ide-ide segar dengan cara lebih peka lagi terhadap lingkungan kita. Menemukan masalah di sana, berhipotesis, melakukan eksperimen, membuat kesimpulan dan jangan lupa tuliskan semuanya dalam bentuk karya ilmiah.
Sebagai rujukan, kita bisa menengok ke belakang karya-karya peneliti muda yang menjadi juara pada LPIR 2014, sebagai berikut :

A. Bidang Studi : Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan


  1. Kodaya DAYUCHI (Komik seni Budaya Cayak, Melayu, China) dapat meningkatkan wawasan siswa SMP Santu Petrus Pontianak terhadap seni budaya di Kalimantan Barat karya Theodorus Wijaya dari SMP Katolik Santu Petrus Pontianak Kalimantan Barat.
  2. Road show wayang dongeng tiga bahasa (Inggris, Indonsia dan Jawa)untuk menumbuhkan cinta pada pandangan pertama terhdap wayang dongeng karya Dewi Setyo Rini dari SMPN 3 Jatiyoso Kab. Karanganyar Jawa Tengah
  3. Transgender dalam seni pertunjukan Arja Bali karya Putu Dyah Intan Prathiwi dari SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar Bali
  4. Upaya Melestarikan Motif Tato Suku Dayak Iban di Kalimantan Barat dengan "Smart", Simple and Creative Method (SSCM) karya Alfina dari SMPK Immanuel Pontianak Kalimantan Barat
  5. Ayahku di dalam akta kelahiranku (Study kasus akta kelahiran anak di luar nika etnis Tionghoa di Selatpanjang Riau) karya Hendi dari SMP Partia Dharma Kab. Kepulauan Meranti Riau
  6. Dade Ndate : Nyanyian Rakyat Kaili Sulawesi Tengah yang terlupakan oleh Nabila Triana dari SMP Al-Azhar Palu Sulawesi Tengah
  7. Pola eksistensi Tradisi Bauluak di Sungai Limau Kab.Padang Pariaman karya Alifia Wulandari dari SMPN 2 Kota Pariaman Sumatera Barat
  8. Anti Selfi Strategis Sebagai Upaya Pencegahan Prilaku Selfie Pada Siswa SMPN 19 Semarang karya Widya Julianingtyas dari SMPN 19 Semarang Jawa Tengah
  9. Penerapan Media Utak Utik Dalam Meningkatkan Pemahaman Anti Kekerasan Pada Siswa SD karya Ririn Afyara dari SMP Internat Al-Kausar Kab.Sukabumi Jawa Barat
  10. Budaya MOP sebagai sarana hiburan masyarakat Papua karya Nurul Shafira La Zinu dari SMPN 3 Sorong Kab. Sorong Papua Barat
  11. Memahami konflik gajah dan manusia di Taman Nasional Way Kambas dan upaya penanggulangannya karya Fadli Irham dari SMP IT Baitul Muslim Kab. Lampung Timur Lampung
  12. Mipit Kudu Amit, Ngala Kudu Menta Sebuah tradisi yang mengandung nilai-nilai luhur dalam pembentukan karakter positif masyarakat kampung Sampaleun 3 desa Haurgajrug Kec. Cipanas - Lebak karya Isti Afrilianti dari SMPN 2 Cipanas Kab. Lebak Banten
  13. Upaya Mengentaskan Kemiskinan Masyarakat Desa Hutan Melalui Program "Social Forestry" Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat yang Berorientasi Pada Pelestarian Hutan karya Shafira Putri Faradina dari UPTD SMPN 1 Sawahan Kab. Nganjuk Jawa Timur
  14. Analisis Kesalahan Berbahasa Anak (Studi Kasus Terhadap Siswa SMP Methodist Binjai Dengan Bahasa Pertama Bahasa Hokkien) karya Tangge Maler dari SMP S Metodhist Binjai Kota Binjai Sumatera Utara
  15. Keunikan suku Paser di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan (Studi Folklor terhadap adat suku Paser di desa Binturung, Kec. Pamukan Utara, Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan karya Binawati dari SMP Bebunga Estate Kab. Kotabaru Kalimantan Selatan
B. Bidang Studi : Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan


  1. Keanekaragaman makrozoobentos sebagai indikator pencemaran perairan dampak dari pertambangan pasir besi di Pantai Muara Binuangeun karya Gina Caroline Apriliani dari SMPN 1 Wanasalam Kab. Lebak Banten
  2. Identifikasi Pencemaran Citarum Menggunakan Citra Peta Google dan Pengamatan Lapangan karya Ayubella Anggraini Leksono dari SMP Taruna Bakti Kota Bandung Jawa Barat
  3. Bentanol Solusi Cerdas Menurunkan Gas Buang Karbon Monoksida dan Menghemat Konsumsi Bensin karya Vany Citra Nabila dari SMPN 19 Semarang Kota Semarang Jawa Tengah
  4. Pemanfaatan Limbah Cair Hasil Pengolahan Basah Kopi Arabika Menjadi Bioetanol Sebagai Sumber Energi Terbarukan Di Kawasan Sentra Kopi Rakyat Kabupaten Bondowoso karya Diah Luluk Indriani dari SMPN 1 Maesan Kab. Bondowoso Jawa Timur
  5. Pemanfaatan Bambu Muda (Dendrocalamus Asper) Untuk Mempercepat Pertumbuhan Kecambah karya Kiki Widyawati dari SMP Permata Insani Islamic School Kab. Tangerang Banten
  6. Perilaku Laba - Laba Raksasa (Nephila Macculata) Dalam Menghadapi Tantangan Alam karya Muhammad Adam Prabasunu dari SMPN 2 Bantul Kab. Bantul D.I. Yogyakarta
  7. Pemanfaatan eks lahan pertambangan timah karya Erick Maulidan dari SMPN 9 Pangkalpinang Kota Pangkalpinang Bangka Belitung
  8. Diujung Kepunahan Korma Rawa (Phoenix Paludosa) Akibat Kerusakan Ekosistem Mangrove Di Kota Langsa karya Rahmad Syawal dari SMPN 5 Langsa Kota Langsa
  9. Pemanfaatan limbah kulit buah pisang (Musa paradisiaca) sebagai penetral tanah gambut karya Aji Baharsyah dari SMPN 1 Malinau Utara Kab. Malinau Kalimantan Utara
  10. Pengaruh Ekstrak Daun Kecubung (Datura Metel) Dalam Berbagai Konsentrasi Terhadap Mortalitas Rayap Tanah (Captotermes Kalsshoveni Kemner) Di SMPN 1 Maumere Flores karya Roswita Lodovika Wusu dari SMPN 1 Maumere Kab. Flores Nusa Tenggara Timur
  11. Minuman Berkhasiat dari Biji Pepaya karya Gregorius Ravendra Prasetyo dari SMP Bakti Idhata Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta
  12. Karakter morfologi daun dan tipe stomata beberapa tanaman peneduh jalan di kota Denpasar karya Ni Ketut Ayu Juni Puspasari dari SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar Kota Denpasar Bali
  13. Pengaruh kerapatan tanaman pagar Tehtehan (Acalypha microphylla) Bougenville (Bougenville spectabilis) dan bambu (Bambusa multiplex) dalam meredam kebisingan karya Riyandra Alifna dari SMP Garuda Cendekia Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta
  14. Pemanfataan limbah lokan (polymesoda expansa) sebagai penjernih air gambut karya Ismi Nur Azizah dari SMPN 03 Mukomuko Kab.Mukomuko Bengkulu
  15. Pembuatan sabum mandi antiseptik semi padat dari daun mimba (Azadirachta indica) karya Citra Bella Septariya dari SMPN 2 Sungailiat Kab. Bangka Barat Bangka Belitung
C. Bidang Studi : Teknologi dan Rekayasa

  1. Angkota: Aplikasi Mobile Pemesanan dan Informasi Angkutan Umum Berbasis GPS dan Cloud Computing yang Dapat Diakses Dimana Saja dan Kapan Saja karya Mochammad Abdurrozaq H dari SMPN 1 Semarang  Kota Semarang Jawa Tengah
  2. Paving Blok Plastik, Solusi Perkerasan Lahan yang Ramah Lingkungan karya Chisilia Forentina dari SMPN 1 Sukorame Kab. Lamongan Jawa Timur
  3. Alat pemurnian air laut menggunakan distilasi energi surya karya Hirza Safira dari SMPN 8 Tangerang Selatan Kota Tangerang Selatan Banten
  4. Pemanfaatan Campuran Buah Harendong, Buah Leunca, dan serai Sebagai Alternatif Bahan Pembuatan Tinta alami karya Muhamad Basit dari SMPN 1 Muncang Kab. Lebak Banten
  5. Kacamata Teraflu (Terapi Influenza) karya Ferris Prima Nugraha dari SMPK Imanuel Kota Pontianak Kalimantan Barat
  6. Rancangan Celana Sepatu (Celpa) Untuk Keselamatan Bekerja Petani Di Sawah karya Ika Setya Reynata dari SMPN 3 Candimulyo Kab. Magelang Jawa Tengah
  7. Rancang Bangun Helm PendeTEKsi Jarak Kenderaan D-Tech (Detector Technology) Sebagai Solusi Inovatif Mengantisipasi Kecalakaan Bagi Pengguna Sepeda Motor karya Syamsul Tamimi P.A dari SMPN 2 Semarang Kota Semarang Jawa Tengah
  8. Sensor Passive Infrared Receiver (PIR) untuk sistem kunci kamar mandi otomatis dan indikaor keberadaan pengguna karya Rahmat Hidayat dari SMPN 1 Palu Kota Palu Sulawesi Tengah
  9. Mematikan lampu riting sepeda motor secara otomatis dengan menggunakan rangkaian penunda waktu (Timer) dalam upaya menimimalisir angka kecelakaan lalu lintas akibat kesalahan informasi antar penggunaan kendaraan karya Rhabbeca Dwi Khrishna Dhevi dari SMPN 5 Ponorogo Kab. Ponorogo Jawa Timur
  10. Pemanfaatan limbah rak telur sebagai alternatif peredam suara genset karya Lailatu Fitriah dari SMP Darul Hijrah Putri Kab. Martapura Kalimantan Selatan
  11. "Box Exara" Tehnologi alat penyedot bau pada ruangan tertutup dengan koak exhaut fa - arang - sansiviera karya Diego Aryajat dari SMP Permata Insani Islamic School Kab. Tangerang Banten
  12. Sepatu modifikasi anti becek karya Aditya Pratama dari SMPN 1 Labuhan Badas Kab. Sumbawa Nusa Tenggara Barat
  13. Deterjen Ramah Limgkungan Dari Ekstra Daun Carica karya Ferizka Azalea Munaf dari SMPN 1 Wonosobo Kab. Wonosobo Jawa Tengah
  14. Simulasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dilingkungan Persawahan Untuk Penerangan Lingkungan Sawah Dan Pengusir Burung karya Muhammad Rizqul Aktsar dari SMPN 1 Kota Palu Kota Palu Sulawesi Tengah
  15. Sarung tangan Refleksi karya Lazuardi Imani dari SMPN 1 Babat Kab. Lamongan Jawa Timur
Bagaimana sekarang dengan ide-ide kalian. Apakah siap untuk mengirimkan karyanya pada LPIR 2015. Ditunggu aksinya ya?
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 1:52 PM

Friday, February 27, 2015

Peralatan Laboratorium IPA : Alat Praktikum Fisika

Berbagai peralatan laboratorium

Dalam pengenalan mengenai peralatan laboratoriun maupun bahan yang praktikum, dibahas :

- Nama alat/bahan

- Bagian-bagian alat

- Kelengkapan alat

- Spesifikasi alat/bahan

- Batas kemampuan alat

- Kegunaan alat/bahan

1. Daftar alat/bahan praktik fisika

No

Kode Alat

Nama

Keterangan

1

KAL.41.00

Meter Dasar

Dilengkapi dengan shunt dan multiplier, digunakan sebagai galvanometer, ammeter atau voltmeter.

2

KAL.45

Multitester

Alat ukur serba guna

3

KAL.60

Catu Daya

Untuk menghasilkan arus litrik dengan tegangan rendah, AC atau DC

4

KAL.67/04

Pemegang Baterai

Untuk baterai ukuran UMI

5

KAL.69/04

Pemegang Bola Lampu

Untuk lampu Mes E10

6

KAL.70/025

Bola Lampu Mes. E10; 2,5 V - 0,3 A

 

7

KAL.70/035

Bola Lampu Mes. E10; 3,5 V - 0,3 A

 

8

KAL.700/065

Bola Lampu Mes. E10; 6,3 V - 0,2 A

 

9

KAL.79/010

Jepit buaya

Sebagai penghubung terminal

10

KAL.85/100

Kabel kawat, hitam

 

11

KAL.85/020

Kabel kawat, merah

 

12

KAL.88/250

Kawat konstanta

Digunakan sebagai hambatan atau termokopel

13

KAL.90/250

Kawat nikrom

Digunakan sebagai hambatan atau elemen pemanas

14

KAL.92/100

Kawat Sekering

Untuk pembatas arus

15

KAL.94/500

Kawat tembaga

Untuk membuat kumparan

16

KAL.96

Saklar tipe pisau

Untuk menyambung dan memutuskan arus

17

KAL.98/010

Steker tumpuk, hitam

 

18

KAL.98/020

Steker tumpuk, merah

 

19

KAL.99/010

Kabel dengan steker tumpuk, hitam

 

20

KAL.99/020

Kabel dengan steker tumpuk, merah

 

21

KEK.15

Elektrode

Pelat Cu dan Zn. Untuk eksperimen elektrolisis atau elemen Volta

22

KHD.21

Hidrometer, 0,70 - 1,00x0,01

Untuk mengukur massa jenis zat cair

23

KHD.22

Hidrometer, 0,70 - 1,50x0,01

Untuk mengukur massa jenis zat cair

24

KKA.55

Kaki tiga

Sebagai penyangga untuk memanasi cawan arau labu

25

KKA.64/100

Kasa

Dari baja anti karat, sebagai alas untuk memanaskan cawan atau labu

26

KKW.71

Stopwatch

Untuk mengukur waktu

27

KMD.50

Model molekul

Untuk menunjukkan ikatan-ikatan dalam molekul

28

KMS.15

Mistar, panjang 1 m lebar 25 mm

 

29

KNE.23

Neraca, beban geser 311 g

 

30

KCP.40

Pemotong pipa kaca

Berbentuk pisau

31

KPK.87

Penjepit G

Untuk menjepit benda pada papan

32

KPL.16/500

Plastisin

Lilin mainan

33

KPP.24/005

Pipa plastik, diameter 5 mm

 

34

KPP.24/008

Pipa plastik, diameter 8 mm

 

35

KPP.75/010

Pipet ukur

Untuk memindahkan atau mengambil zat cair dalam jumlah yang dapat diukur

36

KSL.32/050

Silinder ukur plastik, 50 x 1 m3

 

37

KSL.32/100

Silinder ukur plastik, 100 x 1 m3

 

38

KSL.40/010

Silinder ukur kaca, 10 x 0,2 m3

 

39

KSL.40/025

Silinder ukur kaca, 25x 0,5 m3

 

40

KSL.40/1000

Silinder ukur kaca, 1000 x 10 m3

 

41

KTE.14

Termometer tak berskala

Untuk eksperimen membuat termometer

42

KTE.40

Termometer air raksa

 

43

KTE.58

Termometer badan

Untuk mengukur suhu badan

44

KTE.70

Termometer dinding, isi alkohol

 

45

KTE.76

Termometer maks dan min

Untuk mengetahui suhu maksimum dan minimum pada suatu periode

46

FME.27.00

Beban bercelah pada penggantung, set

Untuk eksperimen gaya

47

FME.27.01/001

Beban bercelah cadangan FME.27.00; 50 g

 

48

FME.27.02/050

Beban 50 g

 

49

FME.27.04/010

Beban 20 g

 

50

FME.31.00

Beban 10 g

 

51

FME.31.10/001

Beban bercelah besi, set, penggantung 1 kg, dan beban 5 x 1 kg

 

52

FME.31.02/002

Beban

 

53

FME.37

Katrol satu roda

Untuk percobaan pesawat sederhana

54

FME.40

Katrol dua roda

Untuk percobaan pesawat sederhana

55

FME.43

Katrol meja berpenjepit

Untuk percobaan gaya dan gerak berubah beraturan

56

FME.50.00

Kit tuas, set dilengkapi dengan pelat bujur sangkar logam

 

57

FME.50.01/005

Pelat bujur sangkar logam, pelengkap FME.50.00

 

58

FME.60

Kereta dinamika

Untuk percobaan gaya, gerak, dan momentum

59

FME.66

Pengetik waktu

Untuk mencatat waktu dan jarak tempuh benda

60

FME.69

Pita kertas, kelengkapan FME.66

 

61

FSP.18

Kubus material, 5 buah (alumunium, tembaga, kuningan, besi, plastik/kayu)

 

62

FSP.26/005

Dinamometer, 0 - 5x0,1 N

 

63

FSP.26/010

Dinamometer, 0 - 10x0,1 N

 

64

FSP.26/100

Dinamometer, 0 - 100x5 N

 

65

FSC.13

Penyelam kartesian

Untuk memperlihatkan pemindahan tekanan oleh zat cair

66

FSC.16.00

Pesawat Hartl

Untuk menunjukkan tekanan zat cair pada kedalaman yang berbeda

67

FSC.35

Pompa isap

Untuk memperlihatkan cara kerja pompa isap

68

FSC.38

Pompa tekan

Untuk memperlihatkan cara kerja pompa tekan

69

FSG.12

Barometer aneroid

Untuk menunjukkan tekanan udara

70

FSG.20

Alat hukum Boyle

Untuk menunjukkan hubungan antara volume dan tekanan gas pada tempat tertutup

71

FSG.26

Manometer terbuka

Untuk mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup

72

FGE.16.00

Sonometer

Untuk menunjukkan ketergantungan tinggi bunyi oada bahan, panjang, tebal dan tegangan senar

73

FGE.21

Garputala

Digunakan dalam eksperimen bunyi

74

FGE.22

Garputala, terpasang pada kotak suara

Untuk menujukkan layangan bunyi

75

FGE.35

Slinki

Untuk menunjukkan berbagai jenis gelombang

76

FPT.13.00

Bangku optik

Untuk percobaan optik

77

FPT.19.00

Kotak cahaya, set

Untuk eksperimen mengenai pemantulan, pembiasan, dan pencampuran warna

78

FPT.19.01/012

Bola lampu, 12 V -24W filamen vertikal untuk FPT.19.00

 

79

FPT.30

Cermin datar

Untuk membuktikan hukum pemantulan cahaya

80

FPT.33/015

Cermin cekung, f = 150 mm

 

81

FPT.33/030

Cermin cekung, f = 300 mm

 

82

FPT.36/015

Cermin cembung, f = 150

 

83

FPT.40

Balok kaca

Untuk eksperimen pembiasan cahaya

84

FPT.50

Prisma siku-siku (900x450x450)

Untuk eksperimen pembiasan cahaya

85

FPT.55

Prima sama sisi

Untuk eksperimen pembiasan cahaya

86

FPT.60/50

Lensa bikonveks, f = 50 mm, diameter 50 mm

 

87

FPT.60/150

Lensa bikonveks, f = 50 mm, diameter 50 mm

 

88

FPT.60/500

Lensa bikonveks, f = 50 mm, diameter 50 mm

 

89

FPT.70/100

Lensa bikonveks, f = 50 mm, diameter 50 mm

 

90

FPT.80/100

Lensa bikonveks, f = 50 mm, diameter 50 mm

 

91

FCA.15

Sel matahari

Untuk menunjukkan pengaruh cahaya/matahari yang dapat menghasilkan arus listrik

92

FCA.18

Spektroskop

Untuk mengamati spektrum

93

FCA.48.00

Cakram warna

Untuk menunjukkan perpaduan tujuh warna menjadi warna putih

94

FPA.15

Alat konduksi kalor

Untuk eksperimen perambatan panas

95

FPA.21

Alat konveksi dalam zat cair

Untuk menunjukkan aliran panas pada zat cair

96

FPA.34.00

Alat muai zat cair

Untuk menunjukkan pengaruh kalor terhadap volum zat cair

97

FPA.34.01/003

Bola kaca, cadangan FPA.34.00

 

98

FPA.38.00

Alat muai panjang

Untuk menunjukkan pengaruh kalor terhadap panjang logam

99

FPA.38.01/003

Batang logam, cadangan untuk FPA.38.00

 

100

FPA.45

Bimetal

Untuk menunjukkan perbedaan pemuaian dua macam logam

101

FPA.70

Mesin uap

Untuk menunjukkan prinsip kerja mesin uap

102

FLS.31/010

Hambatan geser/Rheostat, 2 - 10 ohm, 4 A

 

103

FLS.31/0102

Hambatan geser/Rheostat, 10 - 100 ohm, 2 A

 

104

FLS.49/050

Hambatan tetap, 50 ohm

 

105

FLS.49/100

Hambatan tetap, 100 ohm

 

106

FMA.21

Magnet batang, berpasangan

 

107

FMA.35

Magnet bentuk U, alnico

 

108

FMA.45

Botol penabur lada

Untuk menaburkan serbuk besi dalam percobaan melihat garis gaya magnet

109

FMA.48

Kompas pemetaan

Untuk pemetaan garis-garis magnet

110

FMA.58

Kompas magnetik

Untuk mengetahui arah mata angin

111

FEM.15

Bel listrik

Untuk menunjukkan prinsip kerja bel listrik

112

FEM.35

Kumparan Faraday

Untuk eksperimen elektromagnet

113

FEM.40

Motor listrik

Untuk menunjukkan prinsip kerja motor listrik

114

FEM.48/020

Kumparan kawat tembaga, lilitan 300

 

115

FEM.48/050

Kumparan kawat tembaga, lilitan 1200

 

116

FAL.40

Osilator audio

Untuk memperlihatkan perubahan frekuensi yang diterima oleh pengamat apabila sumber bunyi mendekat atau menjauh

117

VSF.16

Slaid, spektrum, 35 mm

Untuk memperlihatkan spektrum emisi yang kontinyu dan garis dan spektrum absorpsi

118

VSF.18

Slaid, struktur atom, 35 mm

Untuk memperlihatkan contoh model-model struktur atom

119

FME.51.00

Kit mekanika

Untuk eksperimen mekanika

120

FPA.12.00

Kit Panas

Untuk eksperimen panas

121

FSP.11.00

Kit Hidrostatika

Untuk eksperimen hidrostatika

122

FPT.16.00

Kit Optika

Untuk eksperimen optika

123

FLS.20.00

Kit Listrik

Untuk eksperimen listrik

124

KPK.61

Perkakas elektronik, set

Untuk pemeliharaan alat elektronik

125

KPK.78

Obeng tukang arloji ( 5 obeng)

 

126

KPK.92

Pemotong kaca

Untuk memotong lembaran kaca

127

KPK.94

Pisau pemotong

 

128

KPK.97

Timah Solder

 

 

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 6:45 PM

Keamanan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan dan Keamanan Kerja di Laboratorium
Sumber : aboutlabkes.wordpress.com
Keselamatan kerja di laboratorium sekolah, khususnya IPA harus mendapatkan perhatian khusus untuk meminimalkan resiko yang mungkin timbul dari kegiatan di laboratorium. Unuk itu seorang guru IPA, selain menguasai mata pelajaran yang diampunya, juga harus mempunyai pengetahuan mengenai keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium.

Sebelum lebih jauh membahas mengenai keamanan dan keselamatan kerja  di laboratorium, kita identifikasi awal berbagai sumber, berbagai akibat dan perkiraan fasilitas yang diperlukan.

Sumber Bahaya di laboratorium
a. Pengaturan Alat
b. Alat-alat dari kaca (gelas)
c. Bahan Kimia
d. Listrik
e. Silinder (tabung) gas
f. Hewan Percobaan
g. Mikroorganisme
h. Api

Akibat dari kegiatan di laboratorium
Hal-hal berbahaya yang diakibatkan dari kegiatan di laboratorium antara lain meliputi :
1. Luka
2. Terkena cairan korosif
3. Tertelan zat yang beracun
4. Pingsan
5. Terkena kejutan listrik
6. Gigitan hewan percobaan
7. Kemasukan bakteri patogen
8. Kebakaran

Fasilitas di Laboratorium
Bahaya atau kecelakaan yang mungkin terjadi dalam laboratorium di atas dapat dihilangkan atau dikurangi terjadinya jika fasilitas laboratorium mencukupi kebutuhan.
1. Laboratorium cukup luas
2. Terdapat lorong-lorong yang cukup lebar
3. Tidak ada alat-alat yang menonjol ke lorong-lorong
4. Laboratorium memiliki lemari asap
5. Ventilasi cukup
6. Ada dua pintu keluar dan dapat dikunci dengan baik
7. Pipa air, pipa gas, dan kabel listrik dalam keadaan baik dan teratur pemasangannya
8. Menggunakan kabel listrik yang besarnya sesuai dengan arus yang melaluinya
9. Stop kontak tidak tersembunyi dan mudah diraih
10. Terjadinya fasilitas air yang cukup
11. Tersedianya tempat yang cukup untuk menyimpan alat dan bahan
12. Tersedianya kotak P3K dan alat/bahan untuk memadamkan kebakaran

Untuk penjelasan secara mendetail mengenai keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah, khususnya laboratorium IPA akan dibahas pada postingan yang akan datang.
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 2:23 PM

Belajar Sains Melalui Permainan

Bermain dengan pengetahuan
Belajar sains melalui permainan, bisa menjadi salah satu cara untuk mengajarkan sains dengan cara menyenangkan. Buku Spiel-das Wissen schafft by Otto Maier Verlag Ravensburg yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul Bermain dengan Pengetahuan, adalah salah satu buku yang mengajarkan berbagai pengetahuan lewat permainan.

Melalui buku ini, kita diajak untuk memahami ilmu-ilmu pengetahuan (fisika, kimia, biologi dan astronomi) secara mendasar. Permainan-permaian yang didemontrasikan dalam buku ini didasarkan pada hukum alam yang berlaku. Tentunya dasar pengetahuan akan terpahami dengan baik, jika kita sendiri yang mempraktekannya.

Ada 200 percobaan dalam buku tersebut yang terbagi dalam

  1. Dari dunia astronomi
  2. Percobaan dengan tumbuhan
  3. Kimia dalam rumah tangga
  4. Percobaan dengan arus listrik
  5. Bermain dengan listrik statis
  6. Percobaan dengan kemagnetan
  7. Tekanan dan aliran udara
  8. Percobaan dengan panas
  9. Mengatsir dan menguap
  10. Dingin dan es
  11. Berbagai permainan dengan zat cair
  12. Benda terapung dan gaya apung
  13. Titik berat dan gaya berat
  14. Permainan gaya teknik
  15. Kelembaman benda
  16. Bermain dengan bunyi dan nada
  17. Percobaan dengan cahaya
  18. Indera kita tertipu
Luar biasa lengkapnya percobaan yang dijelaskan pada buku Bermain dengan Pengetahuan. Dan bagusnya lagi, alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan tersebut mudah ditemukan di rumah. Misalnya untuk menguji kelembaman benda, kita cukup membutuhkan sebatang pensil dan selembar kertas. Percobaan kelembaman yang lain menggunakan dadu dan uang logam. Ada juga yang menggunakan telur, korek api, papan dan gelas,

Misalkan lagi pada percobaan mengenai tekanan dan aliran udara. Cukup menggunakan sapu tangan, gelas dan air dalam baskom. Untuk membuat roket udara cukup menggunakan botol plastik dan tutupnya, sedotan plastik, plastisin dan jerami. Untuk membuktikan adanya tekanan udara lawan berat angin cukup menggunakan corong, botol, jerami dan air.

Meskipun dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana, tetapi percobaan yang dilakukan pada buku bermain dengan pengetahuan ini sangat bagus menghantarkan bagi siapapun yang melakukan praktek agar dapat menguasai dasar-dasar sains dengan baik.

Selamat mencoba.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 7:06 AM

Wednesday, February 25, 2015

Ringkasan Materi Magnet

Ringkasan materi magnet ini, dibagi menjadi 2 bagian yaitu Kemangnetan dan Induksi Elektromagnet.
Kemagnetan
1. Dua kutub magnet yang sejenis tolak menolak, sedangkan kutub yang tidak sejenis tarik-menarik
2. Cara membuat magnet
Cara membuat magneta. menggosok
b. menggunakan arus listik (elektromagnet)
c. induksi (mendekatkan magnet tanpa menyentuh)
Menentukan kutub utara pada elektromagnetik : tangan kanan menggenggam kuparan, putaran keempat jari sama dengan arah putaran arus dan ibu jari menunjukkan kutub utaranya.
3. Medan magnet adalah ruang di sekitar suatu magnet di mana magnet lain atau benda lain yang mudah dipengaruhi magnet akan mengalami gaya magnetik jika diletakkan dalam ruang tersebut.
4. Kemagnetan bumi
Kutub utara dari magnet batang imajiner terletak di dekat kutub selatan geografi dan kutub selatan dari magnet batang imajiner terletak di dekat kutub utara geografi.
Sudut yang terbentuk antara utara-selatan geografi dengan utara-selatan kompas disebut dudut deklinasi.
Sudut yang terbentuk antara medan magnetik (garis gaya magnet) dengan arah horizontal permukaan bumi disebut sudut inklinasi.
5. Percobaan Oersted
a. Di sekitar penghantar kawat berarus listrik terdapat medan magnet
b. Arah medan magnet bergantung pada arah arus listrik yang mengalir dalam kumparan
Percobaan OerstedMenentukan arah induksi magnet : jika tangan kanan menggenggam penghantar lurus, ibu jari menunjukkan arah arus dan lipatan keempat jari lainnya menunjukkan arah induksi magnet.






6. Elektromagnetik :
Untuk memperkuat elektromagnetik :
- mengganti inti elektomagnetik dengan bahan yang lebih bersifat magnet
- memperbanyak lilitan kumparan
- memperbesar kuat arus
Manfaat :
- Mengangkat rongsokan besi-baja
- bel listrik
- relai magnetik
- pesawat telepon
7. Gaya Lorentz adalah gaya yang dialami penghantar berarus listrik dalam medan magnet.
Besarnya gaya Lorentz
F = B i l
F = gaya Lorentz (N)
B = medan magnet (wb/m2)
i = kuat arus listrik (A)
l = panjang kawat (m)
Arah gaya Lorentz : jika tangan kanan dibuka, ibu jari menunjukkan arah arus i, keempat jari menunjukkan arah medan magnetik B dan arah keluar dari telapak tangan menunjukkan arah F.
Penerapan : motor listrik dan galvanometer
 
Induksi Elektromagnetik
1. Induksi elektromagnetik disebabkan oleh perubahan jumlah garis gaya magnet yang dicakup dalam kumparan.
2. Besarnya GGL induksi dipengaruhi oleh :
a. jumlah lilitan
b. kuat medan magnet yang digunakan
c. mempercepat gerak magnet
Dirumuskan dengan :
Rumus GGL Induksi
ε = ggl iduksi (volt)
N = jumlah lilitan
Φ = perubahan jumlah garis gaya magnet (Wb)
Δt = selang waktu (s)
3. Generator : mengubah energi kinetik menjadi energi gerak
Prinsip kerja : menghasilkan arus listrik dengan cara memutar kumparan di antara celah kutub utara-selatan sebuah magnet.
a. generator arus bolak-balik (AC atau alternator) : terdapat dua cincin luncur
b. generator arus searah (DC) : terdapat satu cincin belah (komutator)
Generator dalam prakteknya memiliki kumparan yang diam (stator) dan magnet yang bergerak (rotor).
Cara memperbesar ggl induksi pada generator :
a. menggunakan magnet yang lebih kuat
b. memakai kumparan dengan lilitan lebih banyak
c. melilit kumparan pada besi lunak
d. memutar kumparan lebih cepat
4. Transformator : mengubah besarnya tegangan AC (bolak-balik)
a. Transformator step-up (penaik tegangan)
VS > VP, NS > NP, IS < IP
b. Transformator step-down (penurun tegangan)
VS < VP, NS < NP, IS > IP
Berlaku :
Rumus Transformator
Rumus Transformator

untuk transformator ideal (ρ=1), berlaku
Rumus Transformator

VP,S = tegangan primer, sekunder (V)
NP,S = jumlah lilitan primer, sekunder
IP,S = arus primer, sekunder (A)
PP,S = daya primer, sekunder (W)
ρ = efisiensi transformator
5. Transmisi listrik jarak jauh
a. dengan sistem tegangan rendah/kuat arus besar
Keuntungan : mengurangi tingkat bahaya
Kerugian :
- efisiensi penyaluran daya rendah : semakin besar arus yang lewat semakin besar energi listrik yang hilang menjadi energi kalor (W = I2Rt)
- tidak ekonomis : membutuhkan kabel yang lebih besar karena energi panas yang timbul besar
b. dengan sistem tegangan tinggi/kuat arus rendah
Keuntungan :
- efisiensi penyaluran daya tinggi : kuat arus yang kecil menyebabkan energi panasnya kecil
- lebih ekonomis : kawat yang dibutuhkan relatif kecil karena arus kecil.

Kelemahan : tingkat bahaya tinggi 
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 5:30 PM

Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) Ilmu Pengetahuan Alam Tahun 2015

Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) Ilmu Pengetahuan Alam Tahun 2015
Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) Ilmu Pengetahuan Alam Tahun 2015
Berikut adalah silabus OSN IPA Tahun 2015 berdasarkan buku panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Tahun 2014. Materi dari silabus ini merupakan penyempurnaan dari materi silabus tahun sebelumnya.

1. Pengukuran
Pengukuran berbagai besaran yang ada pada diri makhluk hidup, dan lingkungan fisik sekitar sebagai bagian dari observasi serta pentingnya perumusan satuan terstandar dalam pengukuran :
1) Besaran pokok dan besaran turunan.
2) Satuan pokok dan satuan turunan.
3) Sistem satuan
4) Standar satuan
5) Konversi satuan

2. Zat dan kalor
Zat serta perubahan fisika dan kimia pada zat yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari :
1) Zat dan wujudnya :
a) Wujud zat dan perubahan wujud zat.
b) Titik lebur dan titik beku, titik didih dan titik embun, titik sublim.
2) Atom, unsur, molekul dan senyawa.
3) Larutan, campuran, asam, basa dan garam.
4) Zat aditif dan adiktif/ psikotropika.
5) Perubahan fisika :
a) Kalor dan perubahan temperatur (kalor jenis dan kapasitas kalor).
b) Kalor dan perubahan wujud (kalor laten, evaporasi).
c) Pemuaian
6) Perubahan kimia
a) Konsep reaksi kimia sederhana .
b) Kimia dalam kehidupan sehari-hari.
7) Perpindahan kalor :
a) Konduksi
b) Konveksi
c) Radiasi

3. Energi
Konsep energi, berbagai sumber energi, energi dari makanan, transformasi energi, metabolisme, pencernaan makanan dan homeostasis :
1) Konsep usaha, energi dan daya
2) Usaha
3) Energi kinetik
4) Energi potensial
5) Hubungan usaha dan perubahan energi mekanik
6) Metabolisme (Respirasi, fotosintesis)
7) Pencernaan makanan
8) Homeostasis

4. Gerak dan Gaya
Gerak dan pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan hukum Newton, serta penerapannya pada gerak
makhluk hidup dan gerak benda dalam kehidupan sehari-hari:
1) Besaran-besaran gerak
2) Gerak lurus
3) Gerak melingkar
4) Gerak parabola
5) Hukum-hukum Newton tentang gerak
6) Pesawat sederhana
7) Sistem gerak pada makhluk hidup

5. Tekanan
Tekanan pada zat cair serta penerapannya pada kehidupan sehari-hari, tekanan darah, difusi
pada peristiwa respirasi dan tekanan osmosis:
1) Tekanan hidrostatis
2) Prinsip Pascal
3) Prinsip Archimedes
4) Tegangan permukaan
5) Sistem peredaran darah
6) Sistem pernafasan
7) Sistem transport pada tumbuhan

6. Getaran, gelombang dan Bunyi
Konsep getaran, gelombang, bunyi, serta penerapannya dalam sistem pendengaran, sistem sonar
pada hewan, dan dalam kehidupan sehari-hari:
1) Getaran
2) Gelombang (mekanik)
3) Bunyi
4) Pendengaran
5) Sistem sonar hewan

7. Cahaya dan Optika
Sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan serta aplikasinya untuk menjelaskan penglihatan manusia,
proses pembentukan bayangan pada mata serangga, serta prinsip kerja alat optik:
1) Cahaya
2) Optik geometrik
3) Optik fisik
4) Alat-alat optik

8. Listrik Magnet
Konsep listrik statis, muatan listrik, potensial listrik, hantaran listrik, karakteristik rangkaian listrik, transmisi energi listrik, sumber-sumber energi listrik alternatif, konsep medan magnet, dan induksi elektromagnetik.
1) Elektrostatika
a) Gejala elektrifikasi
b) Muatan listrik
c) Hukum Coulomb
2) Konduktor, isolator, dan semikonduktor
3) Sumber gaya gerak listrik (ggl) primer dan sekunder
4) Arus dan hambatan listrik
5) Rangkaian sederhana arus searah (rangkaian satu simpal)
6) Rangkaian hambatan seri dan paralel
7) Hukum I dan II Kirchhoff
8) Energi dan daya listrik
9) Magnet dan sifat-sifatnya
10) Medan magnet di sekitar penghantar berarus listrik
11) Gaya magnet pada muatan yang bergerak dalam medan magnet
12) Gaya magnet pada penghantar berarus yang berada dalam medan magnet
13) Ggl induksi
14) Transformator

9. IPBA
Struktur bumi, fenomena gempa bumi, gunung api, dan sistem planet dalam tata surya
1) Sistem tata surya
2) Matahari, Bumi, dan Bulan
3) Litosfir dan Atmosfir

10. Ciri makhluk hidup
1) Asal usul makhluk hidup
2) Ciri-ciri makhluk hidup
3) Perbedaan makhluk hidup dan benda mati
4) Pengukuran pada makhluk hidup

11. Keanekaragaman dan pengelompokkan Makhluk Hidup
1) Dasar-dasar klasifikasi
2) Keanekaragaman tingkat gen, spesies, ekosistem
3) Lima dunia makhluk hidup (Regnum)
4) Penyebab terjadinya keanekaragaman mahkluk hidup
5) Usaha-usaha dan pentingnya pelestarian

12. Organisasi kehidupan
1) Struktur (bagian utama dan ,fungsi organel) dan fungsi sel
2) Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan (Eukariota), serta sel bakteri (Prokariota)
3) Konsep tingkatan organisasi kehidupan (sel-jaringan-organ-sistem organ-individu)

13. Ekologi
1) Konsep spesies, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer.
2) Peran dan saling ketergantungan organisme dalam ekosistem.
3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan makhluk hidup
4) Siklus biogeokimia
5) Peranan organisme tanah
6) Pengukuran kesuburan tanah
7) Habitat dan adaptasi makhluk hidup
8) Konsep seleksi alam
9) Konsep pencemaran lingkungan dan usaha-usaha penanggulangannya
10) Hubungan kepadatan manusia terhadap kebutuhan air bersih, udara bersih, pangan, lahan.
11) Pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap kerusakan lingkungan
12) Pemanasan global dan dampak bagi ekosistem
13) Pentingnya tanah dan organisme yang hidup di tanah untuk keberlanjutan kehidupan

14. Struktur dan fungsi tumbuhan
1) Sel, jaringan dan organ pada tumbuhan
2) Struktur serta fungsi organ tubuh tumbuhan
3) Pemanfaatan prinsip tekanan pada fisiologi tumbuhan
4) Difusi dan osmosis
5) Jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tumbuhan

15. Sistem Ekskresi
1) Sel, jaringan, dan organ yang membentuk sistem ekskresi (struktur dan fungsinya)
2) Sistem ekskresi pada manusia
3) Sistem ekskresi pada hewan vertebrata dan invertebrata
4) Mekanisme pengaturan suhu tubuh
5) Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi manusia
6) Keterkaitan sistem ekskresi dengan sistem yang lainnya

16. Sistem Saraf dan Indera
1) Sel, jaringan, dan organ yang membentuk sistem saraf dan indera (struktur dan fungsinya)
2) Sistem saraf dan indera pada manusia
3) Sistem saraf dan indera pada hewan vertebrata dan invertebrata
4) Kelainan dan penyakit pada sistem saraf dan indera manusia
5) Keterkaiatan sistem saraf dan indera dengan sistem yang lainnya

17. Reproduksi Hewan dan Tumbuhan
1) Sel, jaringan, dan organ yang membentuk sistem reproduksi (struktur dan fungsinya)
2) Sistem reproduksi dan hormon-hormon spesifik yang terlibat
3) Fungsi reproduksi
4) Hubungan reproduksi dan pertumbuhan populasi
5) Penyakit yang berhubungan dengan reproduksi dan upaya pencegahannya
6) Keterkaitan sistem reproduksi dengan sistem yang lainnya.

18. Pewarisan sifat
1) Konsep materi genetik (genom, kromosom, DNA, dan gen)
2) Konsep resesif, dominan, dan intermediet (dominansi tak lengkap)
3) Prinsip dasar persilangan menurut hukum Mendel
4) Penyakit genetik
5) Penerapan pewarisan sifat pada pemuliaan makhluk hidup

19. Bioteknologi
1) Konsep bioteknologi dan cabang-cabang ilmu biologi yang berperan di dalamnya
2) Produk bioteknologi konvensional dan modern yang ramah lingkungan
3) Manfaat dan dampak bioteknologi
4) GMO (genetically modified organisms)
5) Aplikasi teknologi reproduksi
6) Aplikasi bioteknologi pada sektor pangan

20. Forensik
1) Penerapan sains untuk pengungkapan kasus kriminal
2) Sidik jari
3) Identifikasi dalam forensik
4) Penentuan jenis kelamin
5) Tanda-tanda kematian
6) Jenis-jenis kematian
7) Penyebab dan cara kematian
8) Perkiraan waktu kematian korban
9) Pemeriksaan korban kriminalitas
10) Pengambilan sampel

Keterangan : untuk Ilmu Pengetahuan Alam
1. Untuk seleksi kabupaten/kota materi 1 sampai dengan 16
2. Untuk seleksi tingkat provinsi materi 1 sampai dengan 19
3. Untuk seleksi tingkat nasional materi 1 sampai dengan 20
Download Silabus OSN SMP Tahun 2015.


















































































































































































Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 7:45 AM

Ringkasan Materi Listrik

Berikut adalah ringkasan materi listrik, yang terdiri dari listrik statis dan listrik dinamis.

Listrik Statis

1. Atom terdiri dari inti atom (nukleon) dan elektron (muatan negatif) yang mengelilinginya. Inti atom terdiri dari proton (bermuatan positif) dan neutron (tak bermuatan).

2. Atom bermuatan positif jika kekurangan elektron (jumlah elektron < jumlah proton)

Atom bermuatan negatif jika kelebihan elektron (jumlah elektron > jumlah proton)

Atom bermuatan netral jika jumlah proton = jumlah elektron

3. Cara memberi muatan listrik

a. dengan digosok

Misalnya penggaris plastik yang digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif karena elektron dari kain wol pindah ke penggaris.

Batang kaca yang digosok dengan sutra akan bermuatan positif karena elektron dari kaca pindah ke sutra.

b. dengan metode konduksi

Misalnya, dengan menyentuhkan batang bermuatan positif ke ujung logam

c. dengan cara induksi

4. Sifat muatan listrik

Muatan yang sejenis tolak-menolak dan muatan yang tidak sejenis tarik-manarik.

5. Hukum Coulumb :

hukum Coulumb

q = muatan listrik (C)

r = jarak kedua muatan listrik (m)

k = 9.109 N m2/C2

6. Medan listrik adalah daerah di sekitar suatu benda bermuatan listrik di mana benda bermuatan listrik lain yang berada di ruangannya akan mengalami gaya listrik.

7. Induksi listrik adalah pemisahan muatan listrik di dalam suatu penghantar karena penghantar didekati oleh (tanpa menyentuh) benda bermuatan listrik

8. Elektroskop digunakan untuk mengetahui suatu benda bermuatan listrik atau tidak

elektroskop

Elektroskop negatif, jika didekati benda negatif daunnya akan mekar.

Elektroskop negatif, jika didekati benda positif daunnya akan menguncup.

9. Suatu benda yang bermuatan listrik negatif jika dihubungkan ke bumi akan netral karena eklektron dari benda mengalir ke bumi.

Suatu benda yang bermuatan listrik positif jika dihubungkan ke bumi akan netral karena eklektron dari bumi mengalir ke benda.

10. Pada konduktor berongga, muatan listrik hanya tersebar pada bagian luarnya.

Muatan paling rapat terdapat pada bagian permukaan luar konduktor yang paling runcing.

Listrik dinamis

1. Beda potensial listrik

 beda potensial listrik

atau W = V Q

V = beda potensial (Volt)

W = energi (Joule)

Q = muatan (Coulomb)

2. Sumber arus listrik

a. Elemen Volta

Anoda : pelat tembaga (Cu)

Katoda : pelat seng (Zn)

Lar. elektrolit : asam sulfat encer (H2SO4)

Terjadi polarisasi, yaitu menempelnya gelembung-gelembung gas hidrogen di sekitar pelat tembaga

b. Akumulator

Anoda : timbal dioksida (PbO2)

Katoda : timbal (Pb)

Larutanelektrolit : asam sulfat encer (H2SO4)

Pada saat dipakai terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.

Pada saat diisi terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia.

c. Batu baterai

Anoda : batang karbon (C)

Katoda : pelat seng (Zn)

Larutan elektrolit : pasta amonium klorida (NH4Cl)

Depolarisator : campuran mangan dioksida dan serbuk karbon

3. Untuk mengukur tegangan listrik digunakan voltmeter yang dipasang secara paralel dan untuk mengukur kuat arus listrik digunakan amperemeter yang dipasang secara seri.

pengukuran tegangan dan kuat arus listrik

4. Gaya gerak listrik (GGL) adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber arus listrik ketika tidak mengalirkan arus listrik (saklar terbuka)

Tegangan jepit adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber arus listrik ketika mengalirkan arus listrik (saklar tertutup)

Tegangan jepit < ggl

5. Arus listrik didefinisikan sebagai aliran muatan listrik positif (arus konvensional) yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.

Aliran elektron (muatan listrik negatif) mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.

Aliran arus listrik dan elektron

6. Arus listrik mengalir karena adanya beda potensial.

Besarnya kuat arus listrik :

kuat arus listrik

I = kuat arus listrik (A)

q = muatan (C)

t = selang waktu (s)

7. Hambatan listrik pada kawat penghantar

a. sebanding dengan hambat jenis kawat (ρ)

b. sebanding dengan panjang kawat (l)

c. berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A)

hambatan listrik

8. Hukum Ohm :

V = I R atau

rumus hukum ohm

V = tegangan (Volt)

I = kuat arus listrik (A)

R = hambatan (ohm atau W)

9. Hukum I Kirchoff : ΣImasuk = ΣIkeluar

10. Rangkaian seri resistor (pembagi tegangan)

· I = I1 = I2 = I3

· V = V1 + V2 + V3

· RS = R1 + R2 + …

· untuk n hambatan yang sama berlaku :

RS = n R

11. Rangkaian paralel resistor (pembagi arus)

· V = V1 = V2 = V3

· I = I1 + I2 + I3

· rangkaian resistor

· untuk n hambatan yang sama :

rangkaian resistor

· untuk dua buah hambatan :

rangkaian resistor

12. GGL dan tegangan jepit :

Vjepit = ε - I r = IR

ε = ggl, r = hambatan dalam

13. Gabungan sumber tegangan :

a. Gabungan seri :

εs = ε1 + ε2 + ε3; rs = r1 + r2 + r3

rangkaian sumber tegangan

b. Gabungan paralel :

εp = ε1 = ε2 = ε3

rangkaian sumber tegangan

rangkaian sumber tegangan

14. Energi dan daya listrik

energi dan daya listrik

energi dan daya listrik

W = energi listrik (J)­

V = tegangan (V)

I = kuat arus listrik (A)

t = waktu (s)

R = hambatan (ohm atau W)

15. Hambatan peralatan listrik

hambatan peralatan listrik

dengan R tetap berlaku

hambatan peralatan listrik

16. Besarnya biaya rekening yang harus dibayarkan ditentukan oleh besarnya energi yang digunakan.

satuan :

1 kwH (kilowatt hour) = 3.600.000 J

Demikianlah ringkasan materi listrik, khususnya untuk tingkat SMP. Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 6:28 AM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...